Selasa, 24 April 2012

DIMENSI SOSIAL KEAGAMAAN DALAM FIKSI INDONESIA MODEREN


RESENSI

DIMENSI SOSIAL KEAGAMAAN DALAM FIKSI INDONESIA MODEREN

(Disusun guna untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pengkajian fiksi )
(Dosen pengampu : Dr.Ali Imron Al-Ma’ruf, M.Hum)











      Disusun oleh :

DIYAN SAFITRI
    A.310080143



PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2010
Judul                                       :Dimensi Sosial Keagamaan dalam Fiksi Indonesia Modern
 (fenomena perkawinan  Lintas Agama dalam Novel  Keluarga Permana karya Ramadhan K.H Kajian Semiotik)
Pengarang                               : Dr.Ali Imron Al-Ma’ruf, M.Hum
Jumlah Halaman                      : 236 halaman
Harga Buku                             : Rp. 40.000,-
Penerbit                                   : Smart Media
  Jl. Pajajaran Timur 1V/7 Sumber, Solo
  Telp. 0271-721544, Fax. 0271-742560
   Email: slc_teen@yahoo.com
Tahun                                      : Cet. 1 April 2006
  Cet. 11 Mei 2010
Isi                                            :


Buku Dimensi Sosial Keagamaan dalam Fiksi Indonesia Modern karya Dr.Ali Imron Al-Ma’ruf, M.Hum ini berisi tentang kajian tentang fenomena perkawinan Lintas Agama dalam novel keluarga permana karya Ramadhan K.H. : Kajian Semiotik.   

BAB 1
Pendahuluan
Karya sastra merupakan dunia imajinatif yang merupakan hasil kreasai pengarang setelah merefleksi lingkungan sosial kehidupannya.karya sastra juga merupakan salah satu alternatif dalam rangka pembangunan kepribadian dan budaya masyarakat(character and cultural building) berkaitan erat dengan latar belakang struktural sebuah masyarakat (kuntowijoyo, 1987:15). Novel keluarga permana karya Ramadhan K.H merupakan novel yang fenomenal sekaligus kontroversial. Fenomenal keluarga permana mengupas masalah-masalah yang khas indonesia sejak zaman kemerdekaan hingga kini yakni hubungan antar umat beragama. Novel ini mencerminkan kehidupan masyarakat indonesia modern dan kesadaran pengarangnya mengenai masalah yang dihadapinya, dalam hal ini masalah sosial keagamaan. Keluarga permana memenuhi kriteria sastra sebagai protret indah yang menggambarkan masyarakat, bahkan analisis kehidupan sosial dengan segala perubahan masyarakat (kuntowijoyo, 1991:45). Keluarga permana menyodorkan landasan filsafat dalam memberikan penilaian tentang masalah yang dihadapi masyarakat yang hingga kini masih tetap aktual.
Keluarga permana mempunyai jalan alur yang menatik hingga ceritanya merangsang untuk diikuti, bentuknya padat dan bahasanya ringkas. Yang menjadi novel ini istimewa dan penting menurut Teew (1989:188) adalah keberhasilannya dalm mengungkapkan konflik keagamaan yang sering melanda keluarga islam pada umumnya. Karena itu novel ini merupakan sumbangan yang penting bagi khasanah sastra indonesia modern.
Novel Indonesia Mutakhir
Novel indonesia berkembang pesat sejak dekade 1970-an karena didukung oleh beberapa faktor yakni: (1) adanya maecenas sastra berhubungan dengan makin stabilnya keadaan ekonomi indonesia, (2) kebebasan mencipta sastra (bersastra) yang relatif terselenggara sejak tahun 1967, (3) dukungan pers yang menyediakan rubrik sastra dan budaya dalam majalah dan surat kabar, dan (4) berkembangnya konsumen sastra terutama dikalangan muda (sumardjo, 1982: 15-16, lihat toda, 1987: 18). Penggunaan istilah “novel indonesia mutakhir” bukan periode atau angkatan 1970-an atau angkatan 2000 dimaksudkan untuk menghindari polemik mengenai lahirnya angkatan sastra indonesia yang sering menjadi perdebatan yang tak kunjung usai. Gejala-gejala dalam sastra yang membentuk sastra indonesia mutakhir menurut Darma menyangkut filsafat, kerinduan arkitipal dan sofistikasi dan karya sastra.

Struktur dan unsur-unsurnya
Unsur-unsur pembangun novel itu secara konvensional (wellek & warren, 1989: 157-159) dapat dibagi mejadi dua yaitu unsur intrnsik (intrinsic) dan ekstrinsik (axtrinsic). Unsur intrinsik adalah unsur-usur yang secara langsung turut membangun karya sastra itu, yang secara aktul terdapat didalam karya sastra. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada diluar karya sastra itu, tetapi secara tidak langsung turut mempengaruhi bangunan karya sastra itu.
Kajian dimensi sosial keagamaan novel keluarga permana karya ramadhan K.H. ini dilakukan dengan metodekualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk mengungkapkan berbagai informasi kualitatif dengan pendiskripsian yang telitiu dan penuh nuansa untuk menggambarkan secara cermat sifat-sifat suatu hal, kepada fenomena dan tidak terbatas pada pemgumpulan data melainkan meliputi analisis dan interprestasi data tersebut (sutopo, 2006: 127).

BAB 11
Pengarang, Latar sosial budaya, dan Karyanya
Sastrawan yang besar selalu merupakan suatu tindakan historis (historical action), karena mengekspresikan suatu imaji yang global mengenai manusia dan alam semesta ()Goldman, 1981:41).sastrawan sebagai individu harus diletakkan sebagai bagian dari kelompok sosial tertentu yang merupakan elemen yang paling fondamental dalam struktur masyarakat secara keseluruhan. Novel keluarga permana dapat dikatakan sebagai karya sastra yang mengandung permasalahan keagamaan yang problematis, keluarga permana dapat digolongkan sebagai sastra yang mengemukakan masalah keagamaan, yang mengandung unsur keagamaan sebagai problematika hidup, atau permasalahan penghayatan agama yang mempengaruhi konflik batin tokoh-tokohnya.

BAB 111
Struktur bangunan novel Keluarga Permana
Di dalam analisis struktur novel keluarga permana digunakan teori struktural dinamik Lucien Goldman. Teori ini berpandangan bahwa dalam mengungkapkan wujud bangun karya, struktur keluarga permana bertegangan dengan pengarang, kesemestaan (universe), dan pembaca. Hawkes (1978:18) menyatskan, bahwa tiap-tiap unsur cerita, termasuk dalam hal ini dimensi sosial keagamaan dalam Keluarga Permana, tidak dapat bermakna sendiri atau berdiri sendiri dalam cerita. Maknanya ditentukan oleh kaitannya dengan unsur-unsur lain yang terlibat dalam satu situasi.
Dimensi sosial keagamaan dalam Keluarga Permana menunjukkan adanya kemiripan sosial budaya antara tokoh-tokoh dalam teks Keluarga Permana dengan pengarangnya, dengan hal ini latar sosial budaya Sunda, Jawa Barat, dan latar tempat,tepatnya Bandung. Kehadiran pengarang dan fungsi komunikasi sastra menurut juhl (dalam teew, 1984: 180) telah dipadukan dengan dunia rekaan yang memenuhi tuntutan akan kemurnian mutlak. Tegangan antara kenyataan dan rekaan, antara komunikasi dan pengalaman estetik merupakan esensi sastra.

BAB 1V
Dimensi sosial keagamaan dalam novel Keluarga Permana
Kerukunan hidup antar umat beragama di indonesia sudah lama menjadi masalah yang hangat dan hingga kini masih sering menjadi persoalan yang sensitif. Perpindahan agama adalah perpindahan seseorang dari satu agama keagama lain (Ratuperwiranegara, dalam Departemen Agama, 1979: 16). Dan masalah pertama yang mendapat sorotan tajam dalam Keluarga Permana adalah perkawinan campuran antara gadis islam dengan pemuda katolik. Bagaimana dan dengan alasan apa pun perkawinan campuran,di dalam Keluarga Permana antara keluarga islam dengan katolik, bahkan mempelai perempuan (ida) mengalami perpindahan dari islam kekatolik. Dalam masyarakat indonesia yang dikenal religius ternyata cenderung menimbulkan berbagai ketegangan dan konflik sosial.

BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis struktur novel Keluarga Permana karya Rmadhan K.H dan analisis makna dimensi sosial keagamaan dapat disimpulkan bahwa novel Keluarga Permana memiliki unsur-unsur yang secara fungsional saling mendukung satu dengan lainnya. Kebulatan unsur-unsurnya membentuk keutuhan wujud bangunan novel Keluarga Permana. Dengan demikian, unsur-unsur tersebut membentuk struktur cerita yang utuh dalam jalinan cerita yang menarik guna mendukung totalitas makna yang terkandung didalamnya.

Kelebihan dari buku Dimensi Sosial Keagamaan dalam Fiksi Indonesia Modern
(fenomena perkawinan  Lintas Agama dalam Novel Keluarga Permana karya Ramadhan K.H Kajian Semiotik)
  1. Bahasa yang digunakan mudah dimengerti pembaca
  2. Pembaca mudah mengerti isi yang terkandung dalam buku ini

Kekurangan dari buku Dimensi Sosial Keagamaan dalam Fiksi Indonesia Modern
(fenomena perkawinan  Lintas Agama dalam Novel Keluarga Permana karya Ramadhan K.H Kajian Semiotik)
  1. Menggunakan istilah bahasa yang susah dimengerti



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar